Sunday, October 5, 2014

Sistem Bilangan ( Penulisan 5 )


Penulisan
Teori Organisasi Umum 1 #


Judul :

Sistem Bilangan

Pengarang :

Rangga Malela
17113273
2KA35




Universitas Gunadarma
2014/2015










KATA PENGANTAR

            Segala puji bagi ALLAH S.W.T yang telah memberi Hidayah kepada umat Nya. Jika bukan karena Nya ( ALLAH S.W.T ), maka Penulisan saya ini tidak akan pernah selesai, Saya mengerjakan Penulisan ini merupakan Tugas dari Dosen Teori Organisasi Umum 1# Universitas Gunadarma.
        Semoga Rahmat Nya senantiasa Tercurah kepada junjungan kita, Nabi Besar kita MUHAMMAD S.A.W, Kekasih Pilihan ALLAH S.W.T, Semoga Rahmat Nya selalu tercurah untuk Anak, Sahabat maupun Saudara kita nantinya.













Bekasi, 5 Oktober 2014
Rangga Malela







BAB 1
PENDAHULUAN


B. Ruang Lingkup

Agar Pembahasan dalam Penulisan ini tidak terlalu luas maka, penulisan hanya mengambil masalah tentang Apa dan bagaimana cara menyajikan system Bilangan Organisasi saja, yang di sajikan secara singkat dengan Bahasa Saya Sendiri.

C. Tujuan Penulisan

Tujuan Dari Penulisan ini untuk memenuhi Tugas Teori Organisasi Umum 1 #. Dan Bertujuan agar para Khalayak yang setelah membaca Penulisan saya ini akan mengerti apa itu Sistem Bilangan dan mengerti bagaimana cara menyajikannya.


D. Manfaat Penulisan

Saya Berharap agar para Khalayak yang setelah membaca Penulisan Saya ini semua orang akan mengerti apa itu Sistem Bilangan dan mengerti bagaimana cara menyajikannya, dan akan mulai menyukai cara menghitung System Bilangan dari yang saya sajikan ini.









Sistem Bilangan merupakan suatu cara yang di gunakan untuk mewakili besar dari suatu Item Fisik.
Sistem BIlangan yang dalam hubungan nya berhubungan dalam computer, ada 4 Jenis Bilangan yang biasa di kenal dan di pakai yaitu : Desimal, Biner, Oktal, HexaDesimal…
Dari setiap Sistem Bilangan menggunakan suatu bilangan dasar yang menjadi penautannya yang disebut dengan Basis/ Base tertentu, yaitu :
1.  Desimal (Basis 10), 
2.  Biner (Basis 2), 
3.  Oktal (Basis 8) dan 
4.  Hexadesimal (Basis 16).

Berikut adalah merupakan Penjelasan dari ke 4 Sistem Bilangan diatas:

1.      Desimal ( Basis 10 )
Desimal ( Basis 10 ) , Desimal merupakan suatu Sistem Bilangan yang paling umum dalam penggunaan nya dalam kehidupan sehari-hari. Sistem Bilangan Desimal ini menggunakan 10 Basis yaitu : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9.
Sistem bilangan desimal dapat berupa :
·    integer desimal (decimal integer)  dan
·    pecahan desimal (decimal fraction).


Untuk Sistem Bilangan Desimal dapat dilihat dengan perhitungan sebagai Berikut :
Bilangan :
9154 :




915410  =  9 x 103  =  9000
                  1 x 102 = 100
                  5 x 101  = 50
                  4 x 100  = 4         +
                                 9154

915410  
10 à  10 disini merupakan Basis dari bilangan Desimal itu sendiri .
9 x 103 =
9 à Merupakan Absolute Value
10 à Merupakan Position Value
3   à Merupakan Pangkat yang tergantung pada letak Posisinya.

Note !!
Saat 4 x 100 = 4
Mengapa menghasilkan angka 4 karena pada saat Bilangan memiliki pangkat ( …)  Maka hasilnya sama saja dengan 1 (. 0  =  .)  jadi sama saja, 4 x 100 = 4 x 1 = 4.
Value.
Di atas tadi kita lihat terdapat Absolute Value   &  Position Value. Absolute Value merupakan Nilai Mutlak dari masingdigit. Dan Position Value Sendiri merupakan nilai Penimbang yang masing-masing dari bilangan tergantung terhadap letak posisi nya dan bernilai dari Basis itu sendiri, dan di pangkatkan dari urutan posisinya.


Urutan Posisi :

Posisi Digit ( Dari Kanan )
Position value
1
100 = 1
2
101 = 10
3
102 = 100
4
103 = 1000
5
104 = 10000



Dengan Begitu dapat kita artikan juga sebagai Berikut :
901410 = ( 9 x 103 ) + ( 0 x 102 ) + ( 1 x 101 ) + ( 4 x 100 )
Bisa juga sebagai Berikut  :
901410 = ( 9 x 1000 ) + (0 x 100) + ( 1 x 10 ) + ( 4 x 1)

Sistem Bilangan juga dapat berupa Pecahan Desimal / (decimal fraction), yang dapat saya tunjukan seperti ini.
173,6510  =  1 x 102  =  100           
                    7 x 10 =    70
                    3 x 100  =      3
                    6 x 10-1  =      0,6
                    5 x 10-2  =       0,05     +
                                    173,65


     2.
      Biner ( 2 Basis )

Biner ( 2 Basis ) Merupakan Sistem Bilangan Binary yang Memiliki 2 macam symbol dari 2 Basis yaitu 1 dan 0 .
Ini merupakan contoh Bilangan Biner yang Sekaligus  (Di konversi ke sistem bilangan desimal) akan menjadi sebagai berikut :




1010à  0 x 2=  0
              1 x 21 =  2
              0 x 22  =  0
              1 x 2=  8            +        
                           10

101à  1 x 2 =  1
            0 x 21  =  0
            1 x 22  =  4 +
                           5


Bisa Juga dengan cara Seperti ini.

1010 à ( 1 x 2) + ( 0 x 22 ) + ( 1 x 21 ) + ( 0 x 20  )
                    8       +     0         +     2         +     0
                                               10

101 à  ( 1 x 22 ) + ( 0 x 21 ) + ( 1 x 2)
                  4       +       0       +       1
                                    5

Position Value pada Biner :  Merupakan perpangkatan dari nilai 2 ( Basis ) :

Posisi Digit ( Dari Kanan )
( Position Value )
1
2
3
4
5
20 = 1
21 = 2
22 = 4
23 = 8
24 = 16






Cara Cepat Menghitung Bilangan Biner.


Basis Biner :
 1    dan   0

Rumus :
128   64   32   16   8   4   2   1

Menghitung dengan menggabungkan Basis pada Biner dengan Rumus di atas.
Contoh :
 5à 128   64   32   16   8   4   2   1

Lihatlah tanda merah di nomor atas, itu menandakan yang akan menjadi bilangan absolutnya.
Dengan artian seperti ini.

5à 128   64   32   16   8   4   2   1
                                            1   0   1

Untuk menghasilkan angka 5 yang dapat kita ambil dari rumus di atas adalah 4 dan 1 saja jadi di tandakan dengan angka 1 pada angka 4 dan 1 dan angka yang lain adalah 0, Bisa di artikan seperti ini, angka yang akan kita ambil adalah 5 maka angka yang akan kita ambil dari rumus adalah 4 dan 1 maka di beri tanda 1 dari angka 4 dan 1 di bawah nya seperti diatas bisa di anggap seperti Angka Hidup dan yang lain hanyalah di tandai 0 yang bisa di artikan sebagai Angka Mati ….





Dan seperti inilah hasilnya :

5 à 128   64   32   16   8   4   2   1
                                             1   0   1
Note !!!
Tanda Merah pada angka bisa di artikan sebagai Angka Hidup
Tanda Hitam bisa di artikan sebagai Angka Mati

Maka :
5à 1 0 1

Contoh lain:
10à 128   64   32   16   8   4   2   1
                                        1   0   1   0
10à 1010
7  à 111
6  à 110

Sisi Bilangan Biner terhadap Desimal :
Sisi Desimal
Sisi Biner
0
0
1
1
2
10
3
11
4
100
5
101
6
110
7
111
8
1000
9
1001
10
1010

Bisa di praktekan dengan Cara / Rumus diatas, tapi sebaiknya cara cepat ini dihafalkan karena akan membuat kita menghitung dengan sangat mudah.


             3.      Oktal ( Basis 8 )

Oktal ( Basis 8 ) Dalam Bilangan Oktal ini memilik Basis 8 dengan symbol 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7.
Contoh :

1022à   2 x 80 =  2
               2 x 81 = 16
               0 x 82 =  0
               1 x 83 = 512   +
                             530

1022 à (1 x 83) + (0 x 8) + (2 x 81) + (2 x 8)
                512     +      0       +     16     +       2
                          512            +             18
                                          530


50  à  0 x 80 =  0
            5 x 81 = 40   +
                          40

50 à ( 5 x 81  ) + ( 0 x 80  )
               40     +      0 
                        40

100  à0 x 8= 0
            0 x 8= 0
            1 x 8= 64

100 à ( 0 x 8) + ( 0 x 81 ) + ( 1 x 82 )
                 0        +       0       +     64
                                   64


Position Value pada Bilangan Oktal dengan perpangkatan 8(Basis) :
Posisi Digit ( Dari Kanan )
( Position Value )
1
2
3
4
5
80 = 1
81 = 8
82 =64
83 =512
84 = 4096



            4.   Hexadesimal (Basis 16)

HexaDesimal ( Basis 16 )  Hexa  yang Berarti 6 dan Desimal yang berarti 10, HexaDesimal Yaitu merupakan Sistem Bilangan yang mempunyai Basis 16 dengan symbol   0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A(10), B(11), C(12), D(13), E(14), F(15).
nilai A = 10
nilai B = 11
nilai C = 12
nilai D = 13
nilai E = 14
nilai F = 15


Sekian sudah cukup sampai disini pembahasan Postingan saya kali ini, dan maaf apabila ada ketidaklengkapan pada postingan saya kali ini, yang mungkin akan saya lanjutkan di lain waktu, dan jika bagi anda ada yang belum bisa di mengerti, bisa menghubungi saya pada Menu Blog di atas.
Maaf jika terdapat kesamaan pada Penulisan saya kali ini, karena sejujurnya saya juga masih dalam tahap Pembelajaran dalam sebuah Penulisan .

                                                                                                                                                                                 Terima Kasih…

No comments:

Post a Comment